Tidak Ada Dosa Turunan

2. never give up

Givep Up : sebagian orang enggan sukses karena merasa ditakdirkan menjadi orang biasa atau gagal

Sebagai manusia yang berTuhan, tiap masing-masing dari kita tentu mendambakan kemuliaan dan kehidupan terbaik di dunia maupun di akhirat. Namun terkadang tidak dipungkiri ada perasaan yang menghantui pikiran, “Apakah layak kita mendapat yang demikian?!”. Dan di tahun modern seperti ini pun ternyata masih banyak manusia yang merasa seumur hidup kesialan adalah sahabat sejatinya lantaran kesalahan yang dilakukan orang tua mereka ataulah nenek moyang mereka. Sehingga setiap kali kesempatan muncul mereka enggan merubah kondisi hidup untuk lebih baik, hanya karena merasa sudah takdir mereka untuk tidak berjodoh dengan kesuksesan.

Memang tidak ada manusia yang luput dari salah dan dosa. Namun Tuhan menciptakan kita untuk lahir di dunia sesungguhnya dalam kondisi suci dan bersih dari dosa. Bahkan, maaf, sekalipun sebagian diantaranya ada yang lahir dari hasil di luar pernikahan. Namun yang namanya bayi, ia belum dianugerahi kematangan akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga atas dasar perbuatan apa ia pantas diganjar dosa dan kesalahan?

Mungkin pada tataran hal sepele semisal, “Orangtuaku dahulu pernah menginjak kodok mas, jadi wajar kalo anaknya ga ada yang cakep sama sekali…” (maaf, bagi pembaca yang budiman diharap jangan tersinggung ya.. J). Dampaknya saya yakin tidak besar, bahkan menggelikan.

Tapi kalo mindset buruk ini dipelihara sampai pada tahap yang lebih luas, besar, tinggi, dan ekstrem. Seperti,

“Bangsa kita sudah lama terbiasa dijajah, jadi wajar jika pembangunan dikuasasi asing… Lagipula kita tidak punya tenaga ahli maupun mesin-mesin untuk mengelola sumber daya yang ada”

“Gakapalah menteri kita sesekali bertato dan merokok di ruang kerja, yang penting ga korupsi (belum terbukti). Toh, yang berkerudung,tidak bertato, tidak merokok, rumahtangganya ga hancur juga berpeluang korupsi… #yaelah”

“Maklum mas, jaman edan.. kalo jujur dan baik akan ditinggal jaman”

Apa jadinya jika yang menyuntikkan mindset negatif tersebut adalah tenaga pendidik, media massa, atau orang yang berada di sekitar generasi kita?!

Maka solusinya satu diantaranya memperbaiki mindset kita. Bahwa kesalahan yang dilakukan generasi sebelumnya maupun atasan di lungkungan kerja atau berorganisasi bukanlah alasan kita untuk memperkeruh dengan menyumbang nila di masyarakat kita.

Andai dari 200juta penduduk negeri ini masing-masing menyumbang sesendok madu maka akan ada ratusan liter madu. Namun jika dari 200juta masing-masing menyumbang sesendok racun, tentu yang didapat ribuan liter racun. Seperti itulah dampak perubahan mindset berpikir kita. Semoga menginspirasi Indonesia menjadi lebih bermartabat dan menjadi yang terdepan dalam kebaikan.

(Farouk Amsyari-Pakar Mindset)

Iklan

16 thoughts on “Tidak Ada Dosa Turunan

  1. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya

    apalagi kalo juga ngajari public speaking 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s