Sukses Juga Hak Setiap Orang

https://www.youtube.com/watch?v=5HHf37ahODk

Mensyukuri apa yang kita miliki merupakan satu diantara terapi untuk menghadirkan kebahagiaan dalam hidup Anda

Pernahkah Anda merasa iri dengan orang lain? Entah dalam hal prestasi akademik, kekayaan, kepandaian, maupun keelokan fisik? Wajar, jika Anda pernah merasa demikian karena kita diciptakan beserta naluri. Melalui naluri inilah diantaranya kita merasa ingin diakui, dilindungi, dan disayangi. Dan jika tidak Maha Adil maka bukanlah Sang Pencipta. Dengannya manusia diciptakan dengan potensi yang sama meski kita mengatakan setiap orang memiliki keahlian yang berbeda.

Selama ini kita hidup, seiring usia lingkungan, media, dan otoritas membentuk persepsi atau mindset kita. Ada yang hidup di lingkungan miskin dengan orangtua, keluarga, kerabat, teman-teman yang sama miskin sehingga belief atau rasa percaya yang ditumbuhkan seputar kaya selalu negatif. Entah sugesti bahwa kaya itu mustahil, menjadi kaya itu faktor keturunan, orang kaya itu curang, kaum kaya itu penindas, dan sebagainya. Padahal ada pula orang yang menjadi kaya benar-benar bertolak belakang dengan argument di atas. Ada yang menjadi kaya karena usaha mulai dari awal, ada pula orang kaya yang gemar bersedekah bahkan mampu beramal lebih dari rerata masyarakat lainnya.

Selain mindset tentang kekayaan, lebih dari 80% diantara kita masih terpasung mindset negatif seputar kepandaian. Ada yang beranggapan bahwa orang Barat lebih cerdas karena pendidikan di sana lebih baik, orang kaya lebih pandai karena mendapat asupan nutrisi terbaik, atau malah masih berdasar mitos dan ramalan. “Wajar dia pandai, kan shio monyet sedangkan saya shio kambing” atau missal,”Orang berzodiac Aries biasanya pandai karena tegas dengan pendirian”. Nah, mindset rapuh seperti ini justru mudah sekali dipatahkan. Jika memang shio monyet (sebagai contoh dari sekian jenis alasan) pasti cerdas dan suskes, apakah lantas selainnya tidak berhak cerdas dan sukses? Apakah Ir. Soekarno, Cak Lontong, Mario Teguh, Dewi Lestari, ataupun Tukul Arwana bershio atau berzodia demikian? Masih banyak contoh orang sukses yang tidak sesuai dengan ramalan manusia atau anggapan lain. Tinggal kita lebih percaya gossip manusia ataukah berita Sang Pencipta. Bahwa kita diciptakan dengan otak dan struktur tubuh yang tidak berbeda.

Maka jika mereka bisa berhasil, Anda pun berhak untuk sukses. Kita pun berhak untuk kebahagiaan yang sama. Bukankah otak kita sama beratnya sekitar 4% dari tubuh kita? Bukankah waktu yang diberikan kepada kita dan mereka sama 24 jam dalam sehari?

Lalu, sudahkah setiap harinya kita rasakan kebahagiaan secara utuh? Okelah kalo begitu, saya tidak hendak membuat Anda kurang bersyukur tapi kali ini kita memahami bagaimana memaksimalkan kebahagiaan dalam hidup ini. Cukup Anda menjawab dengan aktifitas apa yang membuat Sang Pencipta dan orang sekitar Anda bangga dengan hidup dan kehadiran Anda.

Salam Mindset Hebat!!

(Farouk Amsyari – Pakar Mindset)

Iklan

21 thoughts on “Sukses Juga Hak Setiap Orang

  1. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya

    apalagi kalo juga ngajari public speaking for teens

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s