Kita Ibarat Komputer

Pernahkah Anda mengalami fase jenuh dalam hidup Anda? Seberapa sering, setiap tahun, setiap bulan, atau malah setiap hari? Sadarkah kita bahwa ternyata otak manusia memiliki program mirip computer? Lho, bagaimana bisa?

Jika computer atau laptop kita isi dengan copy file movie, lagu, audiobook, dan sebangsanya namun file tersebut tidak dapat diputar kemungkinan belum memiliki program yang kompatibel untuk file tersebut atau mungkin program alias software yang berkaitan sedang corrupt bin rusak. Sebut saja itu kasus pertama. Nah, lain lagi kasus kedua. Meski di PC, laptop, computer sudah kita install aplikasi media player dari yang klasik sampai yang terbaru namun jika tanpa disertai adanya file, tentu tidak ada yang dapat kita tonton atau perdengarkan. Contoh kasus ketiga, tidak hanya menginstall software media player dan mungkin juga meng-update-nya dengan program terbaru namun juga file movie, lagu, maupun audiobook, dan sebagainya kita update.

Demikian manusia, meski sebenarnya ia diciptakan untuk bisa tampil bicara di depan public namun tidak semua orang menjadi pembicara handal.

Mirip kasus pertama, sebagian orang tidak memiliki harapan dan motivasi untuk berani tampil berbagi ide. Sehingga selalu memilih untuk menghindar jika ada kesempatan memimpin pembicaraan meski mereka kesempatan itu begitu berarti bagi perubahan hidup mereka. Tak peduli berapa banyak tokoh yang sukses karena pandai berpidato yang mereka kenal dan berapapun teknik berpidato yang mereka tahu. Karena mindset mereka belum ter-install program yang sejalan.

Sedangkan kasus kedua, tak sedikit diantara kita mengikuti training dan workshop untuk public speaking. Artinya secara desire dan passion ada. Namun hingga detik ini belum berhasil jadi pembicara public, bisa dipastikan di luar seminar orang seperti ini tidak menambah jumlah file yang dimiliki untuk diputar dalam program telah ter-install. Alias file not found. Hehe… Cuma ada keinginan, nol kemampuan. Misal menambah referensi, menambah jam terbang, menerima masukan, maupun menantang diri untuk kemampuan baru secara bertahap.

So, contoh kasus ketiga tentu kita tahu, tidak hanya selalu ditumbuhkan mindset bahwa public speaking itu penting namun juga diimbangi skill dan wawasan yang meningkat. Contohnya?! Banyak! Para motivator terkenal seperti Mario Teguh, Jamil Azzaini, Felix Siauw, Andrie Wongso, James Gwee, Tung Desem Waringin, dan seabrek orang inspiratif lainnya.

Nah, dari topic kali ini termasuk yang manakah kita…contoh kasus pertama, kedua, atau ketiga? Hehe… Semoga artikel ini jadi evaluasi dini sebelum orang lain yang mengkritik diri kita. Jika ada kekurangan inilah saatnya kita memperbaiki diri.

Motivator Terkenal, Farouk Amsyari, Trainer Laris1 Motivator Terkenal, Farouk Amsyari, Trainer Laris2 Motivator Terkenal, Farouk Amsyari, Trainer Laris3 Motivator Terkenal, Farouk Amsyari, Trainer Laris4

Manusia ibarat komputer : perlu selalu di-up date baik software yang ter-install(passion dan motivasi) maupun file memori (skill dan leadership)

Salam Mindset Juara!!

(Farouk Amsyari-Pakar Mindset)

Iklan

19 thoughts on “Kita Ibarat Komputer

  1. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya

    apalagi kalo juga ngajari public speaking !!! 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s