Inspirasi dari Aliran Sungai

Farouk Amsyari- inspirator termuda FaroukAmsyari-filosofi sungai by Trainer Laris Terbaik FaroukAmsyari-filosofi sungai by Trainer Laris Terbaik2

Filosofi aliran sungai : Pelajaran berharga bahwa kehidupan selalu dinamis

Sang Pemilik Kehidupan memang selalu memiliki cara-Nya tersendiri untuk memberi pelajaran hidup bagi hamba-Nya, bahkan diantara bergantinya malam dan siang pun terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir. Siapakah yang memindahkan benda-benda langit sehingga terjadi siang dan malam? Mungkinkah sosok berbentuk manusia, hewan, ataukah tanaman? Atau malah Dzat yang lebih bahkan Maha Besar?

Satu diantara saya peroleh tahun 2014 saat pernikahan seorang sahabat saya, Yulio, di suatu desa di Nganjuk, Jawa Timur. Jauhnya perjalanan dari Surabaya terbayar sudah saat kami sampai di acara dari awal sampai akhir, ditambah bonus pemandangan hamparan pohon salak yang saat kami telusuri jalan setapak ternyata mengarah pada hamparan hijau sawah berhias jajaran pegunungan lengkap dengan suara gemerik air diantara padi. Seolah menjadi lukisan lima dimensi tak tertandingi.

Pelajaran hidup datang saat saya memandang aliran air yang mengairi sawah. Diantara aliran air bening tersebut terdapat beberapa benda sederhana seperti daun, batu, dan ikan. Membuat pikiran liar berimajinasi bahwa sesungguhnya aliran ini mencerminkan dinamika kehidupan dan tiga benda tersebut merupakan refleksi dari tiga karakter manusia dalam menyikapi hidup.

Pertama, daun. Mencerminkan manusia yang menjalani hidup tanpa tujuan. Ia berdalih, โ€œBiarkan hidup itu mengalir seperti air, sejauh mana ia membawa. Kalau memang takdir ya sukses, jika memang bukan jalannya ndak sukses ya mau gak apa-apa masโ€ฆโ€. Padahal mereka menjalani hidup tanpa rencana hidup, proposal hidup, desain prestasi, atau semacamnya. Masalahnya arus kehidupan maupun lingkungan tidak selamanya menyeret pada kebaikan, ada kalanya kita harus dihadapkan pada aliran air yang buruk.

Kedua, batu. Manusia yang selalu merasa tahu sehingga tidak ada satu pun ilmu yang berani masuk ke sanubarinya. Keras. Sehingga ia tenggelam dan ditinggal oleh aliran kehidupan. Orang yang tidak mau memperbaiki diri meski dirinya tahu bahwa ia membutuhkan perubahan tersebut. Ego menang. Karena manusia tanpa perubahan dan tujuan ia bergerak seperti zombie. Hati dan pikirannya kosong.

Ketiga, ikan. Ia akan mengikuti arus dan terkadang ia tak sungkan untuk melawan jalannya arus demi tujuan apa yang menjadi kelangsungan hidupnya. Bahkan seperti ikan salmon yang kita kenal, mereka akan rela melawan arus dari Sungari di perairan dataran rendah menuju sungai di dataran tinggi tempat mereka ditetaskan. Berkilo-kilometer mereka lewati demi mampu menetaskan telur mereka. Meski mereka tahu ada beruang yang siap memangsa dan melawan derasnya arus sungai. Padahal ikan dan hewan manapun bukanlah makhluk berakal sebagaimana manusia berpikir. Namun ia telah mengajarkan kita arti hidup. Berjuang dan terus berusaha meraih apa yang menjadi tujuan hidup kita meski terkadang kita harus melakukan hal yang tidak dilakukan kebanyakan orang.

Daun, batu, dan ikan diantara ketiganya di mana kah karakter kita berada? Dan tentu kita tahu hanya ikanlah yang benar-benar hidup. Salam Mindset Hebat!!

(Farouk Amsyari-Pakar Mindset)

Iklan

12 thoughts on “Inspirasi dari Aliran Sungai

  1. Achmadmudrikun Niam berkata:

    ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

  2. Trisna Firmansyah berkata:

    semoga Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya dan Skul keren seantero negeri

    apalagi kalo juga ngajari public speaking ^_^ ๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s