Pelajaran dari Sebatang Pohon

Β 

Pelajaran kehidupan terkadang hadir dari hal-hal sederhana dalam hidup kita. Tidak hanya dari motivator terkenal seperti Jamil Azzaini, James Gwee, maupun Merry Riana, melainkan dari sebatang pohon salak pun juga bagi saya dapat menuangkan motivasi hidup. Tepatnya saat saya berkunjung ke Nganjuk, Jawa Timur, dalam rangka menghadiri undangan seorang sahabat di sana.

Kebetulan di belakang rumah yang menjadi tempat hajatan digelar, terhampar ratusan pohon salak. Terbersit dalam pikiran bahwa manusia juga terbagi tiga elemen pola pikir atau mindset.

Pertama, mindset tingkat rendah atau dangkal. Sebagaimana sebagian besar manusia kala memegang buah salak di tangannya. Jika memang dirasa bisa ia makan maka akan ia makan pastinya. Sekedar bisa membedakan rasa salak, manakah yang manis dan mana yang masih belum matang.

Dalam kehidupan seringkali manusia menilai sebuah aktifitas dari menyenangkan ataukah tidak sehingga fokus orientasinya pada kesenangan entah itu bermanfaat positif atau justru negatif dalam hidup kita. Berhenti sejenak di sela rutinitas memang menyenangkan, namun jika tidak menuntun kita untuk move on kembali akan membawa kita pada grafik hidup yang semakin turun.

Kedua, mindset mendalam. Mereka tidak hanya mengambil dan memakan buah salak, namun mereka mulai meneliti tanaman dan buah ini. Mengapa sebagian pohon menghasilkan buah salak berukuran besar namun tidak begitu manis sedangkan sebagian jenis pohon salak menghasilkan buah yang manis namun kurang begitu memuaskan ukurannya. Maka bagaimana cara agar menghasilkan keturunan varietas salak yang menghasilkan buah salak berukuran besar dan memiliki rasa manis.

Manusia yang seperti ini ibarat mereka berfokus untuk memperbaiki taraf hidupnya dan selalu berinovasi dari hari ke hari.

Ketiga, mindset cemerlang. Tidak hanya sebatas memakan maupun meneliti secara fisik pohon salak hingga merekayasa genetika buahnya, namun ia jika memikirkan apa yang ada sebelum dan apa yang terjadi sesudah siklus kehidupan si pohon salak tersebut. Manusia jenis ini menyadari bahwa sebesar apapun pohon salak, pastinya diawali pertumbuhan pohon dengan ukuran tanaman salak yang lebih kecil dan sebelum tumbuh daun dan akar pasti sebelumnya ia hanya berupa biji salak.

Nah, bagaimana bisa sebuah biji salak yang seukuran bola mata kita bertransformasi menjadi sebatang pohon salak. Yang tingginya melebihi manusia bahkan menghasilkan ratusan buah salak berikutnya. Yang di mana dari biji-biji inilah dapat ditanam menjadi pohon-pohon salak berikutnya. Bahkan setiap buahnya identik dengan buah yang dihasilkan dari tanaman induknya. Manusia jenis ketiga ini bukan mereka yang hidup tanpa tujuan. Manusia jenis ketiga ini juga bukan orang yang sibuk meraih sukses dalam taraf hidupnya di dunia. Melainkan orang jenis ketiga ini seimbang untuk berusaha menjalin kesuksesan dunia dan akhirat.

Sehingga pohon salak dalam tulisan ini ibarat kehidupan kita. Tidak hanya kita menghabiskan umur untuk dunia, namun kita perlu mencari jawaban dari mana hidup ini berasal dan akan ke mana setelah hidup ini. Sedangkan buah salak seringkali hadir sebagai nikmat saat kita meraih kesuksesan. Usai kita menikmatinya buahnya bukan berarti kita berhenti untuk merawat pohon alias jalan kehidupan kita. Semoga berkah dan bermanfaat , Salam Mindset Sukses!!

(Farouk Amsyari-Pakar Mindset)

Iklan

17 thoughts on “Pelajaran dari Sebatang Pohon

  1. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya

    apalagi kalo juga ngajari public speakingfor teens πŸ˜‰

  2. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya
    πŸ˜‰ πŸ˜‰
    apalagi kalo juga ngajari public speaking

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s