Merry Riana dan Aku

お早うございます

=ohayou gozaimasu=

selamat pagi!!

Usai kemarin Farouk ngajak #SahabatSukses mempraktekkan hipnoterapi level dasar pada artikel Tips Mudah Hadapi UN 2015 plus ngajak kalian ketawa-ketiwi dengan Tips Hadapi UN 2015 versi konyol, kali ini Farouk ingin mengenalkan kalian dengan satu diantara pahlawan inspirasi Indonesia, selain #PakarMindset tentunya…hehe…

Dua hari yang lalu, postingan Farouk mengenai The Millionaire Mindset saya yakin membuat sebagian dari kalian berfikir “Mana mungkin saya bisa? Keluarga saya memang kaya 7 turunan, tapi saya kan keturunan ke-8..” (lebih kurang gitu ya… ^_^)

To the point aja, saya mau mengenalkan #SahabatSukses dengan miss Merry Riana (bagi yang sudah kenal anggap saja sekarang pertama kali bertatap muka langsung jadi kesannya baru kenalnya dapet 😀 )

Merry Riana lahir dan dibesarkan di Jakarta. Tak terbersit sedikit pun sebelumnya bahwa suatu saat ia akan berkuliah dan membangun bisnis di luar negeri. Namun saat dirinya lulus SMA tahun 1998, di Indonesia sedang terjadi kerusuhan. Harapannya untuk berkuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta pupus lantaran diberitakan terjadi insiden penembakan mahasiswa di PTS tersebut.

Mengutamakan pendidikan dan keamanan bagi putri sulungnya, sang ayah meminta Merry untuk berkuliah di Nanyang Technical University (NTU) di Singapore. Tentu keluarga mereka bukan sekaya yang kira kira karena untuk bisa menjadi mahasiswa di sana sang ayah mengajukan pinjaman dari bank Singapura dan harus dilunasi setelah Merry lulus.

Selama empat tahun menjadi mahasiswa bukanlah kehidupan serba indah bak sinetron semata. Dirinya harus bertahan hidup dengan uang hanya $7 (tujuh dolar) saja setiap pekan alias 1 dolar sehari. Di saat mahasiswa yang lain bisa menghamburkan biaya hidup bahkan harga nasi goreng saja di kantin kampusnya $2 per porsi. Karena ia sadar krisis moneter yang melanda negerinya membuatnya tak tega meminta kiriman dana dari orangtuanya. Sedangkan pinjaman bank Singapura adalah untuk pendidikan, bukan untuk hidup berkecukupan sebagai mahasiswa.

Setiap pagi hanya sarapan dengan sebungkus mie instan dan segelas teh tawar, siang hari dua lembar roti tawar sebagai pengganjal perut, dan seringkali untuk bisa makan di sore hari Merry harus mengikuti kegiatan kampus yang di akhir acara pasti membagikan makanan maupun kue secara cuma-cuma. Bahkan di hari ulangtahunnya yang ke-19 harus ia lewatkan dalam genangan air mata karena harus bertahan dalam kehidupan yang serba berbeda dan jauh dari orangtua. Di kamar asrama mahasiswa yang kecil tersebut ia berkomitmen ia akan mencari penghasilan paruh waktu liburan semester. Bertahan saja tak cukup, tapi kita harus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.

Hingga perubahan hidup Merry Riana dimulai pada hari ulangtahunnya yang ke-20 tahun ia berkomitmen ingin meraih kebebasan finansial sebelum usia 30 tahun. Bukan jalan lurus dan mulus namanya jika ingin meraih sebuah impian besar. Apalagi mencari rezeki di negeri orang, di usia muda, kemampuan berbahasa yang terbatas, relasi terbatas, dan seribu alasan lainnya. Yang apabila kita dalam posisinya, mundur ialah pilihan kita. Namun tidak dengan dirinya.

Singkat cerita, setiap hari ia lewatkan dengan puluhan penolakan. Jam 8 pagi menyiapkan berkas di kantor, jam 10 pagi turun lapangan mencari nasabah, dan baru kembali ke apartemen jam 10 malam. Dari puluhan orang yang ia tawari brosur atau ia mintai waktu 5 menit, hanya sekita 20 orang saja yang berhenti untuk mendengarkan presentasi produknya, dari 20 orang tidak lebih dari 5 saja yang mau ia follow up untuk pertemuan lanjutan, dan yang lebih menyakitkan dari serangkaian penawaran tadi hanya satu orang saja yang berhasil menjadi customernya. Dan penolakan demi penolakan ia sabar hadapi selama lebih kurang 4 tahun.

Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Di usia 2 tahun usai kelulusannya dari NTU (24 tahun) ia mampu melunasi hutang pendidikannya sekitar $ 40,000 (sekitar Rp 400 juta) yang sebelumnya ia pikir baru lunas di usia 32 tahun jika dirinya bekerja menjadi karyawan dengan gaji hanya Rp 20 juta per bulan.

Bahkan di usia 26 tahun(tahun 2006), 4 tahun lebih cepat dari target finansial freedomnya, Merry Riana berhasil meraih satu juta dolar pertamanya. Bahkan ia berhasil mendirikan perusahaan di bidang keuangan dengan karyawan 40 tenaga profesional. Tiga kata dari Farouk Amsyari untuk miss Merry Riana. Muda, cerdas, dan menginspirasi. Jika Merry Riana saja bisa, Farouk yakin Anda juga pasti bisa!! 🙂

#SahabatSukses, belajar dari semangat dan kerja kerasnya kita perlu bercermin bahwa kita diciptakan dengan kemampuan fisik sama, kecerdasan yang sama, dan sehari sama 24 jam. Yang membedakan ialah kita gunakan untuk apa potensi tersebut. Jadi #PakarMindset berucap bahwa “Wujud syukur sesungguhnya bukanlah sekedar dzikir menyebut nama-Nya, tunjukkan wujud syukurmu pada-Nya lewat prestasi dan tanda-tanda kebaikan yang kau tinggalkan di bumi-Nya”

Sekian dulu ya artikel hari ini, jika masih penasaran dengan miss Merry bisa baca kisah hidupnya di buku Mimpi Sejuta Dolar, Langkah Sejuta Suluh, bahkan tanggal 24 Desember 2014 kisah hidupnya akan tayang di bioskop dengan judul Merry Riana.

Merry Riana memberi endorsment bukunya mas Dhony Firmansyah, selanjutnya miss Merry akan memberi endorsment buku Farouk Amsyari... Aamiin ^_^

Merry Riana memberi endorsment bukunya mas Dhony Firmansyah, selanjutnya miss Merry akan memberi endorsment buku Farouk Amsyari… Aamiin ^_^

Sampai ketemu di artikel inspiratif berikutnya. Salam Mindset Juara!!

(Farouk Amsyari)

Iklan

17 thoughts on “Merry Riana dan Aku

  1. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya
    😉 😉 😉
    apalagi kalo juga ngajari public speaking 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s