The Ultimate Power

kekuatan iman mempengaruhi kesuksesan dan kerja ikhlas

Kekuatan iman mempengaruhi kesuksesan dan kerja ikhlas

Manusia bukanlah dewa, manusia bukanlah Tuhan. Wajar sehebat-hebatnya perencanaan manusia tingkat keberhasilan tentu bukan bulat 100%. Di sinilah manusia perlu menyadari bahwa ada kekuatan Maha Dahsyat yang sewaktu-waktu bisa memberhasilkan maupun menggagalkan rencana kita. Karena bisa jadi jika kita diberikan keberhasilan tempo tersebut mungkin akan membuat tinggi hati dan berhenti berusaha. Atau malah dengan tertundanya keberhasilan tersebut justru kita akan tergerak untuk mengumpulkan energi, daya, dan ilmu yang lebih mantap untuk menyelesaikan persoalan. Bukankah semua akan menjadi indah pada momen yang tepat?!

Maka di luar usaha atau kerja keras dan kerja cerdas manusia tetaplah diperlukan kekuatan mindset dari kita bahwa Dzat Super Power ini selalu punya rencana yang jauh lebih indah disbanding rencana manusia. Namun bukan berarti manusia lantas tidak perlu berusaha dan cukup dengan hanya menengadahkan tangan saja. Keduanya tetap diperlukan dan musti seimbang. Ibarat bernafas, tidak cukup kita hanya menghirup udara melinkan juga perlu menghembuskan udara. Jika tidak, bisa matilah kita.

Begitupun mindset kita yang ternyata seimbang pernafasan antara ikhtiar dan tawakal. Kerja keras dan kerja cerdas adalah lingkup kita untuk berusaha sebaik mungkin dengan rencana sehebat mungkin. Diimbangi kekuatan pasrah terhadap apapun hasil yang diberikan sang Juri Kehidupan, inilah wujud kerja ikhlas sesungguhnya.

Begitu banyak orang bunuh diri karena terlilit hutang atau pun seorang pemimpin perusahaan yang gantung diri di puncak kejayaannya hanya karena merasa hampa jika semua kenikmatan sudah ia rasakan maka hal apakah sesungguhnya yang sedang ia cari dalam hidupnya jika bukan meraih kecintaan Sang Pemilik Hidup. Bagaimana bisa cinta jika kita sendiri tidak memiliki iman untuk ditanam, yang salah satu buah manisnya ialah kerja ikhlas.

Perlu digarisbawahi bahwa pasrah dan menyerah itu beda, berbeda jauh sekali. Pasrah merupakan perasaan menerima baik-buruk hasil dari perbuataannya dengan penuh rasa tanggungjawab. Sedangkan menyerah adalah menghindar dengan segala alasan untuk tidak menghadapi dan menyelsaikan masalah. Ikhlas hanya berteman dengan orang yang telah berusaha, sedangkan rasa malas bersahabat dengan kata menyerah apalagi mengatasnamakan kalimat “Apa kata sang Pencipta sajalah…” tanpa berusaha.

Saya yakin Anda telah mengerti The Ultimate Power ini penting, agar tidak besar kepala dan tinggi hati saat berhasil sekaligus agar tidak menyerah dan putus asa di saat kita belum berhasil. Selalu ingatlah bahwa pasti ada jalan menanjak setelah jalan menurun.

Salam Mindset Hebat!! (Farouk Amsyari-Pakar Mindset)

Iklan

18 thoughts on “The Ultimate Power

  1. Trisna Firmansyah berkata:

    mau dong Farouk Amsyari – Public Speaker ngisi motivasi pra-UN, MOS, PondokRomadhan, pas wisuda, training spiritual, istighosah, or tentang Tujuan Hidup d SMAN4Surabaya

    apalagi kalo juga ngajari public speaking 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s